Bagian 3: Kesalahan yang Menyebalkan
Sebagai referensi, Penulis menggunakan www.useit.com dan www.webpagesthatsuck.com. Kedua situs ini membahas tentang usability, user experience, dan user interface dalam web. Ketiga hal ini dianggap hal yang sangat penting untuk diperhatikan dalam pembuatan dan pengembangan sebuah situs web.
Top Ten Web-Design Mistakes
Dari www.useit.com, didapatkan artikel tentang Top Ten Web-Design Mistakes (Sepuluh Besar Kesalahan dalam Web-Design) yang ditulis oleh Jakob Nielsen dalam Alertbox (http://www.useit.com/alertbox/9605.html). Tulisan ini adalah hasil pengamatannya sejak tahun 1996, dan telah diperbarui di tahun 2007. Kesalahan-kesalahan tersebut meliputi (1) bad search, (2) PDF files for online reading, (3) not changing the color of visited links, (4) non-scannable text, (5) fixed font size, (6) page titles with low search engine visibility, (7) anything that looks like an advertisement, (8 ) violating design conventions, (9) opening new browser windows, dan (10) not answering users’ questions. Berikutnya hal-hal yang dianggap sebagai kesalahan tersebut akan dijelaskan satu per satu serta analisis kesalahan tersebut pada www.yamaha-motor.co.id.
1. Bad Search – search engine yang payah.
Pencarian adalah harapan terakhir pengguna saat gagal mengartikan navigasi web atau saat terjadi kesalahan. Meskipun terkadang pencarian yang rumit kadang membantu, namun pencarian yang lebih simpel akan lebih berhasil. Pencarian yang baik biasanya direpresentasikan dalam sebuah kotak (input box) yang mudah dilihat oleh pengguna.
Dalam www.yamaha-motor.co.id, search engine tidak berfungsi dengan baik. Memang search engine ditempatkan di setiap halaman di paling atas, namun sama sekali tidak berguna karena pengguna tidak dapat menggunakannya. Lalu ada beberapa pencarian yang tidak dapat langsung diakses dari halaman depan, yaitu pencarian toko yang menjual produk atau spare parts Yamaha, dimana pencarian tersebut harus diakses dari menu Network, dimana biasanya menu Network berisi link ke cabang-cabang Yamaha lainnya di Indonesia atau di dunia.
2. PDF Files for Online Reading – file PDF untuk dibaca di halaman online.
Pengguna tidak menyukai membaca dalam file PDF secara online karena melambatkan pergerakan mereka. Lebih buruk lagi, menurut Nielsen, PDF adalah sebuah gumpalan yang menyebalkan dan sulit untuk dikendalikan dan melambatkan sistem.
Dalam artikel lainnya yang membahas keburukan PDF untuk dibaca secara online, banyak pengguna yang mengeluh saat harus mendownload PDF untuk mendapatkan informasi yang penting. Mereka mengatakan bahwa PDF melambatkan sistem mereka dan mereka lebih menyukai format dalam bentuk HTML. Lebih buruk lagi kalau tidak ada logo “PDF” atau keterangan apapun bahwa file tersebut adalah file PDF saat pengguna merasa perlu harus mendownloadnya.
PDF digunakan untuk mendownload Parts Catalogue dalam menu Yamaha Inside. Tidak ada logo PDF, satu-satunya keterangan bahwa file tersebut berbentuk PDF adalah tulisan yang sangat kecil dengan warna hampir transparan. Sangat mungkin ada pengguna yang tidak meyadarinya hingga mereka mendownloadnya dan menyesal saat PDF tersebut melambatkan sistem mereka. Terlebih lagi, tidak ada pilihan versi lain untuk pengguna, misalnya saja dalam bentuk HTML atau word-text.
3. Not Changing the Color of Visited Links – tidak adanya perubahan warna pada halaman yang telah dikunjungi.
Pemahaman yang baik yang dimiliki seseorang tentang navigasi akan membantu dalam pemahaman tentang “lokasi saat ini” dalam web. Mengetahui halaman-halaman mana saja yang sudah pernah dikunjungi akan memudahkan pemutusan halaman mana yang selanjutnya akan dikunjungi. Kegunaan pengubahan warna bagi link yang sudah pernah dikunjungi yaitu menghindari pengunjungan kembali atau revisiting secara berkali-kali pada halaman web yang sama.
Hal ini tidak diterapkan di www.yamaha-motor.co.id. Tiap-tiap halaman dalam web ini didesain dengan background berwarna gelap sehingga pengubahan warna pada link yang sudah pernah dikunjungi menjadi sulit dilakukan. Pewarnaan background sangat perlu mendapat perhatian agar suatu situs web dapat menerapkan prinsip-prinsip usability dengan baik.
4. Non-Scannable Text – teks yang tidak dapat diamati.
Tulisan yang banyak akan membuat seseorang merasa diintimidasi, membosankan, dan merasa pusing saat membacanya. Menulis di web adalah menulis di web, bukanlah untuk diprint dan dijadikan sebagai dokumen cetak yang memerlukan efisiensi tempat agar dapat menghemat kertas. Beberapa kriteria tulisan online adalah mempunyai judul, terditi atas poin-poin (bulleted), kata-kata kunci yang di-highlight, paragraf-paragraf pendek, berbentuk piramida terbalik, dan menggunakan gaya yang simpel.
Tulisan di www.yamaha-motor.co.id dapat dikategorikan cukup baik karena relatif tidak terlalu panjang dan tidak membosankan untuk dibaca. Hanya saja, tulisan-tulisannya tidak mengandung informasi yang menarik dan cenderung tidak terlalu penting.
5. Fixed Font Size – ukuran dan jenis huruf yang tetap.
Penggunaan ukuran dan jenis huruf yang sesuai sangtlah penting untuk mengantisipasi pembaca yang berusia lanjut. Ukuran font yang baik dalam web adalah fleksibel, yaitu dapat diubah sesuai kebutuhan pengguna.
Pada www.yamaha-motor.co.id, jenis dan ukuran tulisan sudah cukup baik namun hanya bermasalah dengan penggunaan warna dan tidak adanya perbedaan antara link dan bukan link.
6. Page Titles With Low Search Engine Visibility – judul halaman yang sulit dicari.
Halaman yang sukar dicari merupakan salah satu kriteria situs yang buruk. Banyak pengguna yang tidak memiliki banyak waktu untuk satu per satu membuka menu pada sebuah situs. Mereka akan menggunakan search engine dalam situs tersebut, mengetikkan kata kunci hal yang mereka cari, kemudian dengan informasi yang tersedia mereka baru mengeksplornya. Atau mereka akan menggunakan search engine pada web browser seperti Google, Wikipedia, atau Yahoo! untuk mencari situs yang mereka butuhkan. Untuk itu, penggunaan nama yang tepat adalah sesuatu yang penting. Sebaiknya judul tidak menggunakan kata “The” atau “Welcome” karena dalam susunan alfabetis kata-kata tersebut akan menempati urutan bawah. Hal ini tentu saja sangat tidak menguntungkan bagi organisasi pemilik web.
Pada kasus ini, situs Yamaha menggunakan tanda “-::-“ di awal judul web mereka. Mungkin ini adalah cara curang, namun hal ini menjadikan situsnya menjadi urutan pertama jika seseorang mem-bookmark situs ini.
Berdasarkan kedua gambar diatas, dapat diprediksikan ternyata Web Yamaha telah memikirkan hal ini sebelumnya. Meskipun cara yang mereka gunakan agak curang, namun nyatanya web mereka berhasil menduduki urutan pertama pada urutan bookmark.
7. Anything That Looks Like an Advertisement – sesuatu yang mirip seperti iklan.
Usaha agar menarik perhatian adalah baik. Namun sekarang para pengguna web sudah tidak lagi memerlukan hal seperti itu, karena mereka lebih menyukai hal yamg simpel agar tidak mendapat gangguan yang menghambat proses pencapaian tujuan mereka. Gangguan yang sering terjadi misalnya proses pencarian menjadi lambat. Jadi, jika tujuan akhir kita adalah pengguna, maka segala sesuatu dalam sebuah situs yang sangat eye-catching akan menadi sesuatu yang percuma dan tidak efektif. Dan memang tujuan akhir kita adalah untuk memenuhi kebutuhan pengguna, bukanlah keindahan yang terlalu berlebihan.
Jika memang berniat melakukan advertising dalam web, maka hal-hal yang harus diperhatikan saat penyampaian promosi adalah:
- Banner blindness, yaitu tidak menyerupai iklan. Dalam dunia web, hal-hal yang terlalu ramai dan menyerupai iklan justru dihindari oleh para penguna.
- Menghindari animasi-animasi berlebihan, seperti flash atau tulisan atau gambar yang berkedip.
- Pop-up, dimana kebanyakan pengguna biasanya sesegera mungkin menutup pop-up sebelum seluruh isinya muncul dengan sempurna.
Pada www.yamaha-motor.co.id, di halaman Home terdapat 3 buah banner kecil yang berfungsi sebagai iklan yang tidak memiliki kekonsistenan. Dua diantaranya merupakan link ke web lainnya, namun yang di tengah-tengah samasekali bukanlah link, hanya bersifat dekoratif saja. Masih di halaman yang sama, ada satu lagi banner besar yang berfungsi sebagai iklan dan bersifat dekoratif.
8. Violating Design Conventions – pelanggaran dalam tata cara desain.
Kekonsistenan adalah salah satu hal yang teramat sangat berpengaruh dalam prinsip usability. Hal ini agar orang-orang mudah memprediksi dan tidak merasa takut atau khawatir akan melakukan kesalahan. Mereka akan mengetahui yang akan terjadi berdasarkan pengalaman sebelumnya. Jakob’s Law of the Web User Experience (Hukum Jakob tentang Web User Experience) menyatakan bahwa “pengguna lebih memilih untuk menghabiskan waktunya di situs web lain”. Hal ini berarti jika web sulit digunakan dan menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengguna, maka pengguna akan kesulitan dan meninggalkan situs tersebut.
Penulis merasakan hal tersebut, dimana Penulis merasa lebih baik meninggalkan situs Yamaha ini daripada tetap menggunakannya. Memang terdapat kekonsistenan di situs ini, namun kekonsistenan tersebut merupakan kekonsistenan yang tidak nyaman. Misalnya saat membuka menu selain Home, Penulis (sebagai pengguna) harus meng-klik menu di sebelah kiri panel untuk mendapatkan informasi. Terlebih lagi, teks pada menu-menu tersebut tidak dapat di-klik. Yang available untuk di-klik adalah icon folder di sebelah kiri tulisan atau teks tersebut. Bagi Penulis sendiri hal tersebut membuat bingung.
9. Opening New Browser Windows – membuka window baru pada browser.
Pada teorinya, desainer membuat “open new browser windows” agar membuat pengguna tetap berada di halaman tersebut pada saat membuka menu lainnya. Namun kenyataannya hal itu justru merupakan senjata makan tuan, karena pengguna sudah mempunyai cara tersendiri untuk kembali ke halaman sebelumnya, yaitu dengan menggunakan tombol Back pada browser. Jika desainer web menerapkan hal ini, berarti mereka telah menyalahi kebiasaan pengguna. Malahan pengguna sering kali tidak menyadari bahwa telah terbuka window baru saat mereka sedang menggunakan monitor yang kecil.
Ada dua link di situs Yamaha yang bersifat seperti ini, yaitu link yang terhubung ke http://www.vixion-indonesia.com/ dan ke http://www.donitatagp.com/. Link tersebut adalah “banner” pada halaman pertama (menu Home) di situs ini. Selebihnya, tidak ada lagi perilaku semacam ini yang terdapat pada www.yamaha-motor.co.id.
10. Not Answering Users’ Questions – tidak menjawab pertanyaan pengguna.
Pengguna memiliki harapan yang besar dalam sebuah web. Mereka ingin memenuhi kebutuhan mereka, misalnya saja dengan membeli produk. Hal ini akan gagal jika situs web tidak menyediakan apa yang mereka butuhkan. Harga, misalnya, adalah salah satu hal yang krusial dalam web yang menawarkan belanja online.
Dalam situs Yamaha, hal ini tidak terjadi. Untuk produknya, mereka menyediakan informasi yang dirasakan cukup lengkap, termasuk pencantuman harga. Namun mungkin karena mereka tidak bertujuan sebagai situs online shopping atau belanja online, maka tidak ada pilihan cara-cara pembayaran online bagi pengguna yang ingin membeli produknya.
Berdasarkan penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa dari Sepuluh Besar Kesalahan dalam Web-Design versi Jakob Nielsen, www.yamaha-motor.co.id melakukan 6 kesalahan, yaitu pada kriteria nomor 1 (Bad Search), nomor 2 (PDF Files for Online Reading), nomor 3 (Not Changing the Color of Visited Links), nomor 7 (Anything That Looks Like an Advertisement), nomor 8 (Violating Design Conventions), dan nomor 9 (Opening New Browser Windows). Sedangkan pada nomor 4 (Non-Scannable Text), nomor 5 (Fixed Font Size), nomor 6 (Page Titles With Low Search Engine Visibility), dan 10 (Not Answering Users’ Questions) situs Yamaha juga tidak bisa dibilang selamat, karena hal-hal yang disajikan belum menerapkan prinsip usability dengan maksimal.
Berdasarkan hal-hal tersebut, maka situs ini dapat dikategorikan sebagai situs yang buruk, karena banyak melakukan kesalahan dalam hal usability. Masih banyak perbaikan-perbaikan yang harus dipertimbangkan untuk dilakukan agar situs ini menarik lebih banyak pengunjung dan membuat betah para pengunjung.
Does Your Website Suck?
Untuk lebih meyakinkan lagi, Penulis juga membuat daftar kriteria yang diambil dari www.webpagesthatsuck.com dalam artikel Does Your Web Site Suck? Checklist 1 – 148 ways you’re killing your site (148 cara yang Anda lakukan untuk membunuh situs Anda) dan Does Your Web Site Suck? Checklist 2 – 82 ways you’re maiming your site (82 cara yang Anda lakukan untuk melumpuhkan situs Anda). Artikel tersebut memuat kesalahan-kesalahan yang sering ditemui pada web-web dan sebagai parameter baik atau tidaknya sebuah situs. Caranya yaitu dengan mengecek situs melalui dua buah daftar pernyataan, dimana pernyataan-pernyataan tersebut adalah pernyataan negatif sebuah situs. Jadi, semakin banyak ceklis yang diberikan, berarti semakin buruk sebuah situs.
Ada beberapa pengulangan dari dua daftar pernyataan tersebut. Penulis kemudian merangkum dan menggabungkan kedua daftar tersebut sehingga untuk www.yamaha-motor.co.id terdapat 23 kesalahan yang ditemui, yaitu:
- Desain pada web tidak memenuhi kebutuhan para pengunjung web.
- Situs ini tidak membangun kepercayaan pengunjungnya.
- Situs ini tidak membuang hal-hal yang tidak perlu.
- Pengelola situs tidak dapat membedakan mana hal yang perlu dan mana yang tidak perlu.
- Halaman ini mengandung white spaces yang berlebihan.
- Situs ini berisi hal-hal yang bersifat scrolling, blinking, fading, dan moving text.
- Pada halaman tertentu ada yang berisi sangat sedikit tulisan.
- Link yang telah dikunjungi tidak memiliki perubahan warna.
- Link tidak teridentifikasi dengan jelas.
- Link tidak informatif.
- Gambar pada situs membingungkan dan menyerupai iklan.
- Navigator sistem hanya dimengerti oleh pembuat web.
- Tidak ada informasi yang jelas tentang keberadaan saat ini.
- Situs ini tidak menarik.
- Situs ini tidak mengenal tanggal (banyak artikel lama yang sudah tidak berlaku).
- Background situs ini tidak berwarna putih atau warna muda lainnya.
- Situs ini tidak menggunakan tulisan yang berwarna hitam.
- Sistem pencarian (search engine) situs ini tidak berfungsi.
- Teks yang bergaris bawah bukanlah link.
- Tanggal tidak pernah atau jarang diperbarui.
- Gambar yang disajikan membosankan dan ukurannya relative besar.
- Judul pada situs ini DIBERI KAPITALISASI.
- Ukuran font tetap dan tidak dapat diubah.
Sumber Bagian 1, Bagian 2, Bagian 3:
Flanders Enterprises. Does Your Web Site Suck? Checklist 1 – 148 ways you’re killing your site. [15 Juni 2008]
Flanders Enterprises. Does Your Web Site Suck? Checklist 2 – 82 ways you’re maiming your. [15 Juni 2008]
Flanders Enterprises. Biggest Mistakes in Web Design 1995-2015. [16 Juni 2008]
Galitz, Wilbert O. 2007. The Essential Guide to User Interface Design. Indianapolis : Wiley Publishing, Inc.
Nielsen, Jacob. 1997. Difference between intranet and Internet design. [11 Juni 2008]
Nielsen, Jacob. 1997. How people read on the Web. [11 Juni 2008]
Nielsen, Jacob. 2003. Usability 101: Introduction to Usability. [11 Juni 2008]
Nielsen, Jacob. 2007. Banner Blindness: Old and New Findings. [12 Juni 2008]
Nielsen, Jacob. 2007. Fancy Formatting, Fancy Words = Looks Like a Promotion = Ignored. [12 Juni 2008]
Nielsen, Jacob. 2008. How Little Do Users Read?. [16 Juni 2008]
Nielsen, Jacob. 2008. Top Ten Mistakes in Web Design. [16 Juni 2008]